
SOPPENG — Yayasan Makkareso Leteng Pammase (Matepe) menggelar kegiatan refleksi program pendampingan bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) binaan yang tersebar di berbagai penjuru Kabupaten Soppeng. Berlangsung selama dua hari, pada 17–18 Juni 2026, di kawasan wisata Permandian Air Panas Lejja, kegiatan ini dihadiri anggota kelompok dari sejumlah desa dan kelurahan.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, refleksi ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perekat kebersamaan bagi kelompok-kelompok dampingan yang selama ini bergiat di sektor pertanian organik. Perjalanan program pendampingan ditelaah bersama, mulai dari capaian dan tantangan di lapangan, hingga langkah-langkah penguatan yang perlu disiapkan ke depan.
Sepuluh KSM, Tiga Komoditas Unggulan
Sebanyak 10 KSM dampingan turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terbagi dalam tiga kelompok komoditas organik: padi, kakao, dan sayuran.
Kelompok komoditas padi diwakili oleh KSM Harapan (Desa Lalabata Riaja), KSM Worong (Desa Watu Toa), KSM Lampe (Desa Marioritengnga), dan KSM Kabuttu (Desa Gattareng Toa). Kelompok komoditas kakao terdiri dari KSM Lamatinulu (Desa Goarie), KSM Sekkang Mata 2 (Kelurahan Tettikenrarae), KSM Anugrah (Kelurahan Cabenge), dan KSM Cahaya Kakao (Desa Paroto). Sementara kelompok komoditas sayuran diisi oleh KSM Appalarigge (Desa Timusu) dan KSM Anggrek Cabenge (Kelurahan Cabenge).

Ruang Berbagi Pengalaman dan Evaluasi Program
Direktur Yayasan Matepe, Serlina, menyampaikan bahwa kegiatan refleksi ini merupakan bagian penting dari upaya yayasan untuk menakar kembali capaian program pendampingan yang telah dijalankan di Kabupaten Soppeng.
“Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh kelompok dampingan untuk berbagi pengalaman, mengevaluasi proses yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah-langkah penguatan program ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota kelompok,” ujar Serlina.

Diwarnai Permainan Kelompok yang Meriah
Di sela-sela sesi refleksi dan evaluasi, peserta juga diajak berbaur dalam sejumlah permainan kelompok. Gelak tawa dan antusiasme mewarnai sesi ini, menghadirkan suasana hangat yang semakin mempererat solidaritas antarpeserta dari berbagai desa dan kelurahan di Soppeng.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Yayasan Matepe berharap semangat kolaborasi, kemandirian, dan pengembangan pertanian organik yang telah dibangun bersama kelompok dampingan dapat terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Soppeng.
Kegiatan refleksi di Lejja ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Yayasan Matepe dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan berkelanjutan, sekaligus memperkuat jaringan petani organik sebagai bagian penting dari pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah.